Senin, 07 Maret 2011
Minggu, 16 Januari 2011
Saat engkau beranjak dewasa engkau akan temkuan bahwa hidupmu penuh arti bagi orang-orang di sekitarmu.
Saat engkau menganggap engkau dapat hidup bebas sebenernya engkau tidak hidup bebas…….
Saat engkau duduk di bangku kuliah engkau mengganggap bahwa hidupmu bergantung pada nilai-nilai mata kuliah yang engkau dapat, itu salah teman, hidup yang engkau jalani semasa kuliah sebenernya hanya di hitung dari nilai yang engkau dapat, saat engkau mendapat nilai baik engkau akan di puji tapi disaat engkau mendapat nilai jelek, adakah orang yang perduli dengan keadaanmu saat itu??
Setelah engkau menyelesaikan masa studimu dan engkau beranjak untuk bekerja, engkau sempat berpikir bahwa kehidupanmu adalah itu, engkau akan merasa dihargai saat engkau berhasil membawa perusahaan ke arah lebih baik, banyak pujian yang datang kepadamu dan setelah itu mungkin engkau akan naik jabatan. Engkau menganggap bahwa itu adalah kehidupanmu, tapi apakah engkau tau bahwa saat engkau bekerja, engkau hanya dianggap sebagai nilai statistik belaka? nilai yang kadang-kadang bisa turun dan naik?? apakah itu kehidupanmu??
Engkau akan menyadari kehidupanmu sangat beharga saat engaku pulang kuliah atao pulang dari kantor. Disana masih banyak yang membutuhkan kamu, membutuhkan perhatian kmu dan sebenernya nilai dari kehidupan itu sendiri adalah saat itu. Bagaimana engkau dapat memberikan kehidupan bagi orang lain, memberikan perhatian kepada orang lain, entah itu bonyok, kakak, adik, atao teman kamu.
thanks to:
- hadvina syahieda
- himas hanum salamah
- muhammad hilal
- dan temen-temen yang ega bisa saya sebutin
Rabu, 12 Januari 2011
Beranjak dan berjalan kedepan
Basuh air mata dan cerita
Saatnya melupakan
Jam berhenti di dua belas
Ku habiskan gelas demi gelas
Membuat pahit sisa yang manis
Sampai akhirnya ku lupa
Dan kau percaya
Tak ada yang lebih baik dari ini
Apanya yang bahagia? dan ku tertawa
Tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia
Lupakan saja dan jangan pernah kau kembali disini
Keringkan semua luka pergilah saja
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti dan ingatlah sejenak
Coba tetap berdiri tegak dan membakar semua kenangmu
Berhenti menangis dan
Ini yang terbaik dan
Teruslah melangkah dan
Saat dunia berpaling darimu
Tengoklah kearah lain
Dan kau percaya
Tak ada yang lebih baik dari ini
Apanya yang bahagia? dan ku tertawa
Tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia
Lupakan saja
Dan jangan pernah kau kembali disini
Keringkan semua luka pergilah saja
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Kalau bisa ku ulangi cerita
Ku tak akan berada
Di tempat pertama kita berjumpa
Tak akan ada ku disini
lyricsalls.blogspot.com
Dan mencari kau di sana menunggu
Untuk ditemukan untuk ditemukan
Dan kau percaya
Tak ada yang lebih baik dari ini
Apanya yang bahagia dan ku tertawa
Tak akan ada cerita dalam sebuah rahasia
Lupakan saja
Dan jangan pernah kau kembali disini
Keringkan semua luka
Pergilah saja
Berlarilah karena kau akan ku lupakan
Berhenti menangis dan
Ini yang terbaik dan
Teruslah melangkah dan
Saat dunia berpaling darimu
Tengoklah kearah lain
Koleksi Peewee Gaskins yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Pee Wee Gaskins – Sebuah Rahasia
Gambar Artis Indonesia
Menatap dia, dia
Hati ini tak tenang namun kau semakin tenggelam
Dalam bayang-bayang dirinya
Apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
Dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
Apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
Dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
Terus mencoba untuk mengalihkan rasa curigaku
Tenang, aku tenang
Namun tak bisa ku tutupi semua rasa yang mengganggu
Dan kau pun perlahan, perlahan hilang
Apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
Dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
Apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
Semakin kau menutupi semakin ku mengerti apa isi hatimu
Sudahlah tak perlu kau berkelit
lyricsalls.blogspot.com
Karna kau pun tak berdaya untuk terus mengelak, mengelak
Dan waktupun menjawab semua tanya
Bidukku menuntunku untuk harus menerima
Biarkanlah karena ku percaya karma
Berbahagialah hingga saatnya tiba, tiba, tiba, tiba, tiba datang
Dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
Kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
Dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
Kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
Pecundang tetaplah pecundang (pecundang tetaplah pecundang)
Koleksi Peewee Gaskins yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Pee Wee Gaskins – Dan Waktupun Menjawab
Gambar Artis Indonesia
Kamis, 06 Januari 2011
Minggu, 02 Januari 2011
Matematika Dasar
03 january 2011
Menunjukan bahwa bumi “bulat”
Maaf baru nongol lagi, belakangan banyak kerjaan yang agaknya gak beres-beres
Langsung aja ( sori agak buru-buru nich), sekarang saya ajak anda untuk merenung sejenak:
Apakah anda mengamati langit hari ini ?
Nah dari pertanyaan sederhana itu, ternyata sebagian besar yang saya tanya, menggelengkan kepala. Rupanya kita sudah terlalu disibukan dengan hal-hal yang menarik di bawah (seperti tayangan televisi, komputer, mobil dll). sehingga jarang menatap, mengamati apalagi mempelajari benda-benda langit.
Padahal, gara-gara mengamati benda langit, ilmu matematika lebih dikenal dan berkembang.
Bisa tidak anda menunjukan suatu cara bahwa bentuk bumi bulat telur (tidak mendatar) ?
sebagaian besar yang saya tanya, juga menggelengkan kepala. “emang kata buku juga begitu “
KISAH SAYA
Sampai sekarang, saya masih merasa kagum pada kecerdasan ilmuwan untuk menjawab hal-hal yang menurut saya sangat sulit itu. karena menurut pengamatan kelima indera saya pun, bumi itu berupa hamparan, dan langit seperti canopy. Matahari berputar mengelilingi kita, karena terlihat seperti itu, dan tak pernah sedikitpun kita merasakan putaran bumi.
Sehingga saya anggap wajar, ketika seluruh ilmuwan dulu dan juga rohaniawan menganggap bahwa pusat semesta/galaksi adalah bumi, karena indera kita memang menginformasikannya demikian.
OTAK YANG TIDAK TERKECOH
Untungnya ada orang yang menggunakan logikanya sebagai indera ke-enam. sehingga waspada dan tidak percaya begitu saja pada apa yang ditangkap inderanya melalui pengamatan.
Seringkali, untuk membuktikan sebuah teori, para ilmuwan harus berjuang ekstra keras seperti Ferdinand Magellan yang mengarungi samudra hanya untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. (beliau berangkat dari satu titik, berlayar terus, kemudian tanpa berbalik arah, ternyata sampai pada titik awal)
Copernicus, Galileo Galilei dll harus rela mengorbankan hidupnya, hanya karena dia menggunakan otak sebagai acuan atau sebagai filter dari apa yang ditangkap oleh kelima indera.
MENGAITKAN INFORMASI
Masih ingat kisah Thales (postingan saya sebelumnya) ?,itulah salah satu contoh kejeniusan yaitu menemukan keterkaitan antara informasi.
Sekarang saya akan tunjukan contoh lain manfaat mengaitkan informasi melalui logika, dalam upaya mengetahui bentuk bumi
Uji coba sederhana :
- Arahkan senter kedinding, pasti ada bayangan berbentuk bulat
- Taruh bola di atas meja, lalu sorot dengan senter. Geser-geser posisi sorotan dari luar kiri, terus ke arah kanan. Maka anda akan mendapatkan bayangan pada dinding berupa : cahaya senter bulat penuh, bentuk sabit dengan berbagai ukuran yang terbuka ke kanan, lalu berubah lagi menjadi sabit terbuka kekiri, lalu kembali cahaya senter berbentuk bulat utuh (jika anda sudah sampai menyorot pada sisi kanan luar bola).
- Ganti bola dengan kotak, lalu sorot seperti langkah sebelumnya. anda tidak akan pernah mendapatkan bentuk sabit
- Ganti bola dengan pelat tebal, lalu sorot, anda juga tidak akan menemukan bentuk sabit
Sekarang, kita anggap matahari sebagai senter dan bulan sebagai dinding.
Ketika bumi berada di tengah (antara matahari dan bulan), sebagian cahaya matahari terhalang oleh bumi, dan bayangannya mengakibatkan bentuk sabit pada bulan (seperti yang sering kita lihat di malam hari), maka menurut percobaan sederhana kita di atas, bentuk bumi yang paling mungkin adalah ” bulat “, bukan kotak atau hamparan seperti pelat.
ketika terjadi bulan purnama, posisi bumi tidak menghalangi cahaya matahari, sehingga bisa kita simpulkan bahwa orbit bulan sedikit melenceng (miring) ketika mengelilingi bumi.
RENUNGAN
Kemampuan mengaitkan informasi, rupanya lebih sederhana dan murah, ketimbang harus mengelilingi samudra seperti yang pernah dilakukan Ferdinand Magellan, yang memakan waktu dan biaya tidak sedikit. bahkan bisa merenggut nyawa.


